Tujuan Pembelajaran Khusus: CGP mampu
menghubungkan materi modul ini dengan modul-modul yang didapatkan sebelumnya.
============================
Buatlah
kesimpulan tentang apa yang dimaksud dengan ‘Pemimpin Pembelajaran dalam
Pengelolaan Sumber Daya’ dan bagaimana Anda bisa mengimplementasikannya di
dalam kelas, sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah.
Pemimpin pembelajaran dalam
pengelolaan sumber daya adalah seorang pemimpin yang menerapkan pendekatan
berbasis kekuatan atau aset, dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di
sekitarnya untuk menggali potensi yang dimiliki dalam menunjang proses
pembelajaran. Pemimpin yang mampu menggali, mengenali, menganalisis dan
memetakan sumber daya utama dalam linkup daerah maupun sekolah dan mendorong
komunitas yang dipimpinnya untuk memanfaatkan dan memberdayakan seluruh sumber
daya yang ada seoptimal mungkin. Dalam menggali dan memetakan sumber daya,
pemimpin harus menggunakan pendekatan berbasis aset, yaitu berfokus pada aset
dan kekuatan, sehingga melihat segala sesuatu dengan sudup pandang yang
positif, bukan menggunakan pendekatan berbasis masalah yang banyak menggunakan
cara pandang yang negatif. Pemimpin harus memiliki visi yang jelas, membangun
rencana yang detail, bagaimana sumber daya akan dialokasikan atau digunakan,
membuat keputusan yang tepat, berkolaborasi dengan berbagai pihak, serta melakukan
evaluasi secara berkala terhadap pemanfaatan aset yang ada.
Sebagai pemimpin pembelajaran guru
dapat mengelola aset yang ada di ruang kelas, misalnya dengan mengatur tata
letak dalam diskusi kelompok, presentasi, atau belajar mandiri. Kemudian guru
juga dapat menggunakan buku-buku pelajaran, alat peraga serta media
pembelajaran yang ada di lingkungan sekolah serta berkolaborasi dengan rekan
sejawat. Kemudian di lingkungan sekolah, guru dapat memanfaatkan sumber daya
seprti perpustakaan, labor IPA, Labor TIK, e-book, dan lahan di sekitar kelas,
serta memaksimalkan komunitas belajar yang ada. Pengelolaan sumber daya pada
masyarakat sekitar sekolah, pemimpin pembelajaran dapat membangun kemitraan
atau melibatkan masyarakat atau lembaga lain guna terbentuk rasa saling
memiliki atau tanggung jawab bersama terhadap pemanfaatan aset-aset yang dapat
menunjang keberhasilan pendidikan murid.
Jelaskan
dan berikan contoh bagaimana hubungan pengelolaan sumber daya yang tepat akan
membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas.
Pengelolaan sumber daya yang
tepat akan membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas, karena
adanya sumber daya menjadikan pembelajaran lebih efektif, mudah dilaksanakan,
pemahaman murid menjadi lebih kuat, lebih konstektual, yang pada akhirnya akan
memudahkan pembelajaran mencapai tujuan yang diharapkan.
Sebagai contoh, ketika membahas
tentang jaringan komputer, di dalam ruang komputer sudah dilengkapi dengan setidaknya
1 perangkat model jaringan, misalnya topologi star, atau membahas tentang
komputer server, misalnya server facebook, maka pemahaman siswa akan lebih kuat,
karena pembelajarannya didukung dengan sumber daya yang sesuai dan konstektual.
Berikan beberapa contoh bagaimana materi ini juga berhubungan dengan modul lainnya yang Anda dapatkan sebelumnya selama mengikuti Pendidikan Guru Penggerak.
Nilai Filosofi Ki Hajar
dewantara (Modul 1.1). Guru sebagai pemimpin pembelajaran harus dapat
melakukan proses pembelajaran yang menyenangkan dan berpihak pada murid, sesuai
dengan kodrat alam dan kodrat zamannya. Guru menuntun dan menebalkan potensi
yang sudah dimiliki murid-muridnya.
Nilai dan Peran Guru Penggerak (Modul
1.2). Sebagai guru penggerak harus
dapat menerapkan nilai dan perannya dalam memaksimalkan pemanfaatan aset/potensi
guna menciptakan pembelajaran yang berpihak kepada murid.
Visi Guru Penggerak (Modul
1.3). Guru harus memilki Visi guru penggerak yang berbasis IA (Inkuiri
Apresiatif) dengan alur BAGJA. Pada konsep tersebut dapat juga digunakan
sebagai pengelolaan sumber daya yang ada disekolah dengan landasan berpikir
yang berfokus pada upaya kolaboratif menemukan hal positif dalam diri
seseorang, organisasi, dan dunia sekitarnya.
Budaya Positif (Modul 1.4). Budaya
positif di lingkungan sekolah merupakan bagian dari modal agama dan budaya yang
mendukung segala bentuk perkembangan murid, sehingga akan menciptakan murid
yang memiliki karakter kuat di masa depan.
Pembelajaran diferensiasi
(Modul 2.1). Pembelajaran diferensiasi juga merupakan penerapan pemanfaatan
aset guna mewujudkan pembelajaran sesuai dengan kesiapan belajar, minat, dan
gaya belajar murid. Selain itu, pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai modal
lingkungan baik alam maupun teknologi yang tersedia juga merupakan perwujudan
pemanfaatan aset untuk memaksimalkan potensi murid.
Pembelajaran Sosial dan
Emosional ( Modul 2.2). Pembelajaran Sosial Emosional (PSE)
merupakan strategi seorang pemimpin pembelajaran dalam melakukan kolaboratif dengan
seluruh komunitas sekolah, yang menekankan pada keterampilan dan pengelolaan
mengenai aspek-aspek sosial emosional.
Coaching untuk Supervisi
Akademik ( Modul 2.3). Coaching merupakan sebuah strategi
seorang pemimpin pembelajaran untuk melakukan pengembangan kekuatan diri pada
diri murid dengan menuntun, mendampingi, menggali potensi dan memaksimalkannya.
Pada proses coaching memberikan kesempatan murid berkembang dan menggali proses
berpikir. Ini juga bagian dari penggalian potensi sumber daya manusia.
Pengambilan Keputusan yang
Bertanggung Jawab ( Modul 3.1). Dengan 4 paradigma, 3 prinsip
dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan pada dilema etika, dengan
kekuatan keyakinan atau keimanan dapat menentukan keputusan yang benar terhadap
bujukan moral, akan memberikan dampak yang positif dalam pengelolaan sumber
daya guna mendukung terciptanya pembelajaran yang berkualitas dan berpihak
kepada murid.
Ceritakan
pula bagaimana hubungan antara sebelum dan sesudah Anda mengikuti modul ini,
serta pemikiran apa yang sudah berubah di diri Anda setelah Anda mengikuti
proses pembelajaran dalam modul ini.
Sebelum mempelajari modul ini,
saya masih fokus pada kekurangan-kekurangan yang ada pada diri saya, murid, rekan
sejawat, pimpinan, maupun sekolah serta belum memahami dan mengenali aset/modal
yang ada di sekitar saya serta strategi dalam memanfaatkan aset-aset yang ada
di sekolah saya.
Setelah mempelajari modul 3.2
ini, saya memahami dan menyadari pembelajaran hendaknya tidak selalu memikirkan
kekurangan atau kelemahan yang dimiliki sekolah, tetapi hendaknya fokus pada
kekuatan aset/modal yang dimiliki untuk dapat dikelola dan dimaksimalkan dalam
meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpihak pada murid dan mendukung
program-program sekolah.

Post a Comment