Koneksi Antar Materi Modul 3.2

 


Tujuan Pembelajaran Khusus:  CGP mampu menghubungkan materi modul ini dengan modul-modul yang didapatkan sebelumnya.

============================

Buatlah kesimpulan tentang apa yang dimaksud dengan ‘Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya’ dan bagaimana Anda bisa mengimplementasikannya di dalam kelas, sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah. 

Pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya adalah seorang pemimpin yang menerapkan pendekatan berbasis kekuatan atau aset, dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitarnya untuk menggali potensi yang dimiliki dalam menunjang proses pembelajaran. Pemimpin yang mampu menggali, mengenali, menganalisis dan memetakan sumber daya utama dalam linkup daerah maupun sekolah dan mendorong komunitas yang dipimpinnya untuk memanfaatkan dan memberdayakan seluruh sumber daya yang ada seoptimal mungkin. Dalam menggali dan memetakan sumber daya, pemimpin harus menggunakan pendekatan berbasis aset, yaitu berfokus pada aset dan kekuatan, sehingga melihat segala sesuatu dengan sudup pandang yang positif, bukan menggunakan pendekatan berbasis masalah yang banyak menggunakan cara pandang yang negatif. Pemimpin harus memiliki visi yang jelas, membangun rencana yang detail, bagaimana sumber daya akan dialokasikan atau digunakan, membuat keputusan yang tepat, berkolaborasi dengan berbagai pihak, serta melakukan evaluasi secara berkala terhadap pemanfaatan aset yang ada.

Sebagai pemimpin pembelajaran guru dapat mengelola aset yang ada di ruang kelas, misalnya dengan mengatur tata letak dalam diskusi kelompok, presentasi, atau belajar mandiri. Kemudian guru juga dapat menggunakan buku-buku pelajaran, alat peraga serta media pembelajaran yang ada di lingkungan sekolah serta berkolaborasi dengan rekan sejawat. Kemudian di lingkungan sekolah, guru dapat memanfaatkan sumber daya seprti perpustakaan, labor IPA, Labor TIK, e-book, dan lahan di sekitar kelas, serta memaksimalkan komunitas belajar yang ada. Pengelolaan sumber daya pada masyarakat sekitar sekolah, pemimpin pembelajaran dapat membangun kemitraan atau melibatkan masyarakat atau lembaga lain guna terbentuk rasa saling memiliki atau tanggung jawab bersama terhadap pemanfaatan aset-aset yang dapat menunjang keberhasilan pendidikan murid.

 

Jelaskan dan berikan contoh bagaimana hubungan pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas. 

Pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas, karena adanya sumber daya menjadikan pembelajaran lebih efektif, mudah dilaksanakan, pemahaman murid menjadi lebih kuat, lebih konstektual, yang pada akhirnya akan memudahkan pembelajaran mencapai tujuan yang diharapkan.

Sebagai contoh, ketika membahas tentang jaringan komputer, di dalam ruang komputer sudah dilengkapi dengan setidaknya 1 perangkat model jaringan, misalnya topologi star, atau membahas tentang komputer server, misalnya server facebook, maka pemahaman siswa akan lebih kuat, karena pembelajarannya didukung dengan sumber daya yang sesuai dan konstektual.

 

Berikan beberapa contoh bagaimana materi ini juga berhubungan dengan modul lainnya yang Anda dapatkan sebelumnya selama mengikuti Pendidikan Guru Penggerak.

Nilai Filosofi Ki Hajar dewantara (Modul 1.1). Guru sebagai pemimpin pembelajaran harus dapat melakukan proses pembelajaran yang menyenangkan dan berpihak pada murid, sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya. Guru menuntun dan menebalkan potensi yang sudah dimiliki murid-muridnya.

Nilai dan Peran Guru Penggerak (Modul 1.2).  Sebagai guru penggerak harus dapat menerapkan nilai dan perannya dalam memaksimalkan pemanfaatan aset/potensi guna menciptakan pembelajaran yang berpihak kepada murid. 

Visi Guru Penggerak (Modul 1.3). Guru harus memilki Visi guru penggerak yang berbasis IA (Inkuiri Apresiatif) dengan alur BAGJA. Pada konsep tersebut dapat juga digunakan sebagai pengelolaan sumber daya yang ada disekolah dengan landasan berpikir yang berfokus pada upaya kolaboratif menemukan hal positif dalam diri seseorang, organisasi, dan dunia sekitarnya. 

Budaya Positif (Modul 1.4). Budaya positif di lingkungan sekolah merupakan bagian dari modal agama dan budaya yang mendukung segala bentuk perkembangan murid, sehingga akan menciptakan murid yang memiliki karakter kuat di masa depan.

Pembelajaran diferensiasi (Modul 2.1). Pembelajaran diferensiasi juga merupakan penerapan pemanfaatan aset guna mewujudkan pembelajaran sesuai dengan kesiapan belajar, minat, dan gaya belajar murid. Selain itu, pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai modal lingkungan baik alam maupun teknologi yang tersedia juga merupakan perwujudan pemanfaatan aset untuk memaksimalkan potensi murid. 

Pembelajaran Sosial dan Emosional ( Modul 2.2). Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) merupakan strategi seorang pemimpin pembelajaran dalam melakukan kolaboratif dengan seluruh komunitas sekolah, yang menekankan pada keterampilan dan pengelolaan mengenai aspek-aspek sosial emosional. 

Coaching untuk Supervisi Akademik ( Modul 2.3). Coaching merupakan sebuah strategi seorang pemimpin pembelajaran untuk melakukan pengembangan kekuatan diri pada diri murid dengan menuntun, mendampingi, menggali potensi dan memaksimalkannya. Pada proses coaching memberikan kesempatan murid berkembang dan menggali proses berpikir. Ini juga bagian dari penggalian potensi sumber daya manusia.

Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab ( Modul 3.1). Dengan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan pada dilema etika, dengan kekuatan keyakinan atau keimanan dapat menentukan keputusan yang benar terhadap bujukan moral, akan memberikan dampak yang positif dalam pengelolaan sumber daya guna mendukung terciptanya pembelajaran yang berkualitas dan berpihak kepada murid. 

 

Ceritakan pula bagaimana hubungan antara sebelum dan sesudah Anda mengikuti modul ini, serta pemikiran apa yang sudah berubah di diri Anda setelah Anda mengikuti proses pembelajaran dalam modul ini.

Sebelum mempelajari modul ini, saya masih fokus pada kekurangan-kekurangan yang ada pada diri saya, murid, rekan sejawat, pimpinan, maupun sekolah serta belum memahami dan mengenali aset/modal yang ada di sekitar saya serta strategi dalam memanfaatkan aset-aset yang ada di sekolah saya.

Setelah mempelajari modul 3.2 ini, saya memahami dan menyadari pembelajaran hendaknya tidak selalu memikirkan kekurangan atau kelemahan yang dimiliki sekolah, tetapi hendaknya fokus pada kekuatan aset/modal yang dimiliki untuk dapat dikelola dan dimaksimalkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpihak pada murid dan mendukung program-program sekolah.

Post a Comment

Previous Post Next Post