Koneksi antar Materi - Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1.
Pendidikan harus berpihak kepada murid
Untuk menciptakan pendidikan yang berpihak kepada murid, maka dalam proses pembelajaran, seorang guru harus :
Menuntun semua kodrat yang ada pada anak, untuk mencapai keselamatan dan kebahagian yang setinggi-tingginya, baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat. Dalam proses menuntun, Ki Hadjar Dewantara mengorientasikan ke dalam tiga semboyan, yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, dan Tutwuri Handayani harus dijalankan oleh seorang guru. Seorang guru harus mampu menjadi contoh atau teladan bagi anak didiknya, seorang guru harus mampu terus memberi motivasi atau semangat kepada anak didiknya, seorang guru harus dapat mendorong tumbuh kembangnya bakat dan minat anak didiknya.
Menghamba pada murid, yang dimaknai sebagai rasa penghargaan guru terhadap murid sebagai manusia yang memiliki kodrat bawaan dan juga terlahir dari zaman yang dinamis. Menghamba pada murid juga bermakna memberi kebebasan, kemerdekaan pada murid dalam proses pendidikan, akan tetapi bukan berarti bebas tanpa tuntunan, tetapi guru memerdekakan anak dari segala pilihan hidup sesuai potensi yang dimilikinya.
Menjadikan murid sebagai subjek pendidikan, bukan objek pendidikan. Guru harus menciptakan suasana yang mendorong partisipasi aktif murid, memberikan kesempatan kepada setiap murid-muridnya untuk berkontribusi, mengemukakan pertanyaan, dan mengungkapkan pendapatnya tanpa merasa takut, sehingga murid merasa dihargai dan nyaman dalam belajar.
Apa yang Anda percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum Anda mempelajari modul 1.1?
1. Murid adalah invidu yang harus saya arahkan
sesuai dengan tuntutan materi dan ketercapaian nilai minimum
2. Murid yang pasif dan penurut akan menjadikan
proses pembelajaran berjalan sesuai dengan rencana
3. Murid yang berada di kelas yang saya ajar,
berarti mereka sudah layak dan sudah sesuai untuk menerima pengajaran dari materi
dan tuntutan kompetensi yang ada dalam kurikulum, sehingga tidak perlu lagi
memahami karakteristik murid
4. Saya berusaha meminimkan adanya perbedaan pada murid-murid,
agar penerapan model pembelajaran yang saya pilih dapat sesuai dengan keinginan
saya.
5. Murid yang tidak mendapatkan nilai baik, atau
sulit menerima materi pelajaran harus dilakukan penanganan khusus oleh guru BK
1. Siswa harus diam dan memperhatikan penjelasan
saya, sehingga saya sering mengingatkan murid-murid saya dengan mengatakan “jangan
ada suara, suara apapun ya anak-anak …”
2. Jika ada murid yang nakal dan mengganggu proses
belajar, langsung saya serahkan kepada guru BK
3. Saya menggunakan metode yang sesuai dengan
keinginan saya dan hampir tidak mempertimbangkan karakteristik siswa
4. Saya masih salah memahami maksud dari kemampuan menguasai kelas
1. murid memiliki kodratnya masing-masing, yaitu
kodrat alam dan kodrat zaman;
2. murid harus dituntun, bukan dituntut;
3. murid harus dijadikan subjek bukan dijadikan
objek pendidikan;
4. guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber
belajar;
5. pembelajaran harus berpusat pada murid;
6. semua selain murid hanyalah peralatan atau tools
untuk menuntun anak.
1. Saya tidak akan lagi menjadikan diri saya
menjadi pusat pembelajaran dan satu-satunya sumber belajar
2. Saya akan berusaha menjadikan guru yang tidak
ditakuti murid, tetapi disenangi murid, yang kehadiran saya dirindukan oleh
murid-murid saya
3. Jika ada murid yang mengganggu proses pembelajaran,
akan saya lakukan pendekatan secara personal untuk mengetahui apa yang dia
butuhkan
4. Pembelajaran akan saya buat tidak hanya
menggunakan satu metode, tetapi akan saya sesuaikan dengan kondisi murid-murid
saya
5. Menciptakan pembelajaran yang menyenangkan
(well-being)
Demikian yang dapat saya sampaikan, terima kasih

Post a Comment