PERISTIWA
Peserta
didik dapat diibaratkan seperti benih-benih berbagai jenis tanaman yang akan
ditanam oleh beberapa orang petani. Yang
dimaksud benih tanaman ini tentu benih tanaman yang sudah diidentifikasi dapat
ditanam secara bersamaan dalam satu lahan (kelas) oleh beberapa petani (guru)
dalam satu tempat (sekolah), yang kemudian dibentuklah tingkatan kelas dan
rombel dengan tingkatan fase yang berbeda.
TERGERAK
Berkaitan dengan (1) Cara kerja otak (sistem kerja cepat dan sistem kerja lambat), (2) Kebutuhan dasar manusia (bertahan hidup, kasih sayang dan rasa diterima, kekuasaan dan penguawaan, kebebasan, kesenangan), dan (3) Tahap tumbuh kembang anak, (Ki Hadjar Dewantara: wiraga 0-8 th, wiraga-wirama 9-16 th, wirama 17-24 th), (Psikososial Erik Erikson: harapan 0-1,5 th, tekad 1,5-3 th, tujuan 3-5 th, kompeten 5-12 th, loyalitas 12-18 th, cinta 18-40 th)
BERGERAK
Terkait dengan (1) Berdaya dalam memilih (teori pilihan), (2) Termotivasi dari dalam (motivasi intrinsik), (3) Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila, (4) Nilai guru penggerak (berpihak kepada murid, reflektif, inovatif, kolaboratif, mandiri)
MENGGERAKKAN
Terkait dengan (1) Berpikir strategis dan menguatkan lingkaran pengaruh, (2) Diagram identitas gunung es, (3) Peran guru penggerak (menjadi pemimpin pembelajaran, menjadi coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi, mewujudkan kepemimpinan murid, menggerakkan komunitas praktisi)
Kaitan antara Modul 1.1 dan 1.2 yang saya fahami adalah...
Pembahasan modul 1.1 berkaitan dengan peserta didik dan cara
mendidik, sedangkan pembahasan
modul 1.2. berkaitan dengan pendidik yang mampu mendidik. Artinya kedua modul
ini sangat berkaitan atau tidak dapat dipisahkan.
PERASAAN
Ketika mempelajari modul 1.2 ini, perasaan saya senang dan
bersemangat untuk terus mempelajari tentang slogan motivator guru penggerak “tergerak,
bergerak dan menggerakkan”. Dengan mempelajarinya, saya menjadi mengerti
tentang apa saja hal-hal yang menjadikan manusia merdeka menjadi tergerak,
bergerak dan menggerakkan. Dengan mempelajarinya menjadi dasar yang kuat bagi
saya untuk menjadikkannya sebagai pembiasaan dan saya lakukan secara terus
menerus, dan bukan sekedar perilaku sesaat dan tidak menjadi pembiasaan.
PEMBELAJARAN
Siapa yang dididik? Jawabannya ada di modul 1.1, sedangkan siapa yang mendidik?, jawabannya ada di modul 1.2. Hal yang menjadikan tambahan pengetahuan sebagai guru adalah perlunya mempelajari diagram identitas gunung es, sebagai bagian dari pengetahuan tentang bagaimana menjadi guru yang dapat menggerakkan. Seorang guru yang akan menggerakkan perlu mempelajari secara mendalam apa yang digerakkan tersebut, karena apa yang terlihat dipermukaan itu hanya 12% sedangkan yang tidak terlihat sebanyak 88%. Diperlukan pengetahuan yang cukup untuk dapat melihat sesuatu yang belum terlihat tesebut.
RENCANA (PENERAPAN)
Sebagai calon guru penggerak, saya akan menerapkan pengetahuan yang sudah saya dapatkan terkait dengan pembelajaran yang berpihak kepada murid, yaitu melakukan kegiatan asesmen diagnostik sebelum pembelajaran dari suatu materi pelajaran atau pokok bahasan tertentu, dalam pembelajaran intra dan kokurikuler. Kegiatan asesmen ini akan saya laksanakan di awal pembelajaran kelas 7, dengan praktek langsung kemampuan menggunakan komputer. Tujuan asesmen ini untuk mengetahui kemampuan prasyarat sebelum mempelajari mata pelajaran Informatika.

Post a Comment