Sebelum saya membuat kesimpulan dan merumuskan keterkaitan materi KSE
dengan materi pada modul sebelumnya, saya akan menuliskan pemahaman saya pada
modul 2.2. tentang PSE terlebih dahulu
Pembelajaran sosial
emosional berawal dari teori kecerdasan emosi yang kemudian dikembangkanlah Collaborative for Academic, Social and
Emotional Learning (CASEL) dengan konsep Pembelajaran Sosial Emosional
(PSE).
Yang dipelajari dalam PSE adalah menumbuhkan
dan meningkatkan lima Kompetensi Sosial Emosional (KSE) yaitu:
1.
Kesadaran
diri, kemampuan untuk
memahami perasaan, emosi, dan nilai-nilai diri sendiri, dan bagaimana
pengaruhnya pada perilaku diri dalam berbagai situasi dan konteks kehidupan
2.
Manajemen
diri, kemampuan untuk
mengelola emosi, pikiran, dan perilaku diri secara efektif dalam berbagai situasi
dan untuk mencapai tujuan dan aspirasi
3.
Kesadaran
sosial, kemampuan untuk
memahami sudut pandang dan dapat berempati dengan orang lain termasuk mereka
yang berasal dari latar belakang, budaya, dan konteks
yang berbeda-beda
4.
Keterampilan
berelasi, kemampuan
untuk membangun dan mempertahankan hubungan-hubungan yang sehat dan suportif
5.
Pengambilan
keputusan yang bertanggung jawab,
kemampuan untuk mengambil pilihan-pilihan membangun yang berdasar atas
kepedulian,kapasitas dalam mempertimbangkan standar-standar etis dan rasa
aman,dan untuk mengevaluasi manfaat dan konsekuensi dari bermacam-macam
tindakan dan perilaku untuk kesejahteraan psikologis (wellbeing) diri
sendiri, masyarakat, dan kelompok
Wellbeing adalah kesejahteraan psikologis; yaitu sebuah
kondisi individu yang memiliki sikap yang positif terhadap diri sendiri dan orang
lain, dapat membuat keputusan dan mengatur tingkah lakunya sendiri, dapat memenuhi
kebutuhan dirinya dengan menciptakan dan mengelola lingkungan dengan baik,
memiliki tujuan hidup dan membuat hidup mereka lebih bermakna, serta berusaha mengeksplorasi
dan mengembangkan dirinya.
Penerapan pembelajaran sosial emosional
tidak terbatas hanya di kelas dan sekolah, tetapi juga dapat diterapkan pada
linkungan keluarga dan masyarakat (komunitas). Hal ini selaras dengan apa yang
disebut dengan Tri Pusat Pendidikan, yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat.
Dalam penerapan KSE harus dilandasi
dengan konsep kedasaran penuh (mindfulness). Kesadaran
penuh adalah kesadaran yang muncul ketika seseorang memberikan
perhatian secara sengaja pada kondisi yang dihadapi dengan penuh rasa ingin
tahu dan kebaikan.
Penerapan PSE di sekolah
dapat dilakukan di lingkup kelas dan sekolah, melalui:
a.
Pembelajaran
eksplisit
b.
Terintegrasi
dalam pembelajaran akademik
c.
Penciptaan
iklim kelas dan budaya sekolah
d.
Penguatan
KSE pendidik dan tenaga kependidikan
Pembelajaran eksplisit dapat dilakukan
secara terpisah dengan pembelajaran intrakurikuler, yaitu melalui pembelajaran
kokurikuler dan ekstrakurikuler. PSE dalam pembelajaran kokurikuler dapat menggunakan
berbagai proyek, acara atau kegiatan sekolah yang rutin atau berkelanjutan. Begitu
juga dengan PSE dalam ekstrakurikuler dapat dirancang sebagai kegiatan tambahan atau dijadikan pembelajaran
utama. Pembelajaran eksplisit menggunakan rencana pembelajaran seperti
pembelajaran mata pelajaran.
Terintegrasi dalam pembelajaran
kurikulum akademik, yaitu memasukkan kegiatan-kegiatan yang dapat menumbuhkan
dan mengembangkan KSE dalam 3 bagian kegiatan pembelajaran, yaitu:
1.
Pembukaan
hangat, dapat diwujudkan melalui pemberian kesempatan pada murid untuk
berbicara, mendengarkan aktif, memungkinkan interaksi, menciptakan rasa
memiliki
2.
Kegiatan
inti yang melibatkan, dapat diwujudkan melalui diskusi
akademik, pembelajaran kooperatif, project-based learning, refleksi diri
dan penilaian diri, pemberian suara dan pilihan
3. Penutupan optimistik, dapat diwujudkan
melalui refleksi, apresiasi, dan cara-cara positif lainnya untuk memperkuat
pembelajaran
Penciptaan iklim kelas dan budaya
sekolah (lingkungan sekolah), dapat diupayakan melalui praktik mengajar guru
dan gaya interaksi guru dengan murid. Praktik mengajar guru yang dapat
merangkul keberagaman dan perbedaan, melibatkan murid, dan menumbuhkan
optimisme. Gaya interaksi guru dengan murid tercermin dalam sikap saling percaya
antara guru dan murid yang akan menumbuhkan perasaan aman dan nyaman bagi murid
dalam mengekspresikan dirinya.
Penguatan KSE pendidik dan tenaga
kependidikan dapat dilakukan meliputi:
1.
Keteladanan
(memodelkan), yang dapat diwujudkan melalui penerapan KSE dalam peran dan
tugas, membudayakan pemberian apresiasi dan menunjukkan kepedulian. (dilakukan
oleh CGP)
2.
Belajar,
yang dapat diwujudkan dengan melakukan refleksi tentang kompetensi sosial
emosional pribadi dan mengembangkan kapasitas. Kegiatannya meiputi membiasakan
melakukan refleksi diri, berkolaborasi, mengembangkan pola pikir bertumbuh,
memahami tahapan perkembangan murid, (dilakukan oleh rekan sejawat)
3.
Berkolaborasi,
berkolaborasi untuk mempromosikan KSE ke seluruh warga sekolah, yang dapat
dilakukan melalui pembuatan kesepakatan bersama, membuat komunitas belajar
(kombel), adanya mentoring teman sejawat, mengintegrasikan KSE dalam rapat
dewan guru (dilakukan oleh CGP dan rekan sejawat)
KESIMPULAN
1.
KSE yang diterapkan melalui PSE merupakan bagian proses
pembelajaran dan pendidikan di sekolah dan merupakan keharusan bagi guru sebagai
ujung tombak keberhasilan pendidikan untuk menerapkannya.
2.
Penerapan KSE akan sangat mendukung terbentuknya karakter murid,
dan karakter warga sekolah demi terwujudnya profil pelajar Pancasila.
3.
Penerapan KSE harus dimulai dari guru (CGP) sebelum
menerapkannya dalam pembelajaran murid dan penguatan rekan sejawat.
KAITAN MATERI
Pembelajaran Sosial
Emosional (PSE) sangat berkaitan dengan materi pada modul sebelumnya. Keberhasilan
penerapan KSE akan mendorong tercapainya wellbeing pada murid dan terwujudnya budaya
positif di lingkungan sekolah. Kondisi tersebut akan dapat dicapai ketika guru memiliki
visi yang mendukung visi sekolah, dapat mengamalkan nilai-nilai dalam perannya sebagai
guru secara terus menerus (kontinue), yang pada akhirnya pembelajaran yang
berpihak kepada murid dapat diwujudkan.
Sebagai uraian terakhir
dalam penyampaian tugas Koneksi Antar Materi ini, saya akan menjawab beberapa
pertanyaan:
1.
Sebelum
mempelajari modul ini, saya berpikir bahwa penerapan KSE akan menambah
kerumitan langkah-langkah pembelajaran sehingga saya melihat ini sesuatu yang
tidak istimewa. Setelah mempelajari modul ini, ternyata sebagian KSE sudah saya
terapkan, tetapi belum teridentifikasi dan belum saya lakukan secara terus
menerus (berkelanjutan).
2.
Berkaitan
dengan kebutuhan belajar dan lingkungan yang aman dan nyaman untuk
memfasilitasi seluruh individu di sekolah agar dapat meningkatkan kompetensi
akademik maupun kesejahteraan psikologis (well-being), 3 hal mendasar dan
penting yang saya pelajari adalah (1) Lima kompetensi sosial emosional, (2)
cara menerapkannya, dan (3) wellbeing
3. Berkaitan dengan no 2, perubahan yang akan saya terapkan di kelas dan sekolah:
- bagi
murid-murid. Menerapkan
PSE dalam pembelajaran, agar tercapai kondisi wellbeing pada diri murid, dengan
harapan murid dapat mencapai tujuan belajar akademiknya dan memiliki kesiapan
dalam menghadapi berbagai kondisi.
- bagi rekan sejawat. Berusaha menjadi teladan (model) penerapan KSE, mendorong rekan sejawat untuk terus belajar KSE dan berkolaborasi dengan rekan sejawat untuk penerapan PSE di sekolah.
© Rusdi-CGP A11 - Bungo

Post a Comment