Buatlah
kesimpulan tentang apa yang dimaksud dengan pembelajaran berdiferensiasi dan
bagaimana hal ini dapat dilakukan di kelas?
==============================================================
Beberapa uraian tentang pembelajaran diferensiasi :
Usaha guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu murid. Serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi pada kebutuhan murid. Pembelajaran yang berakar pada pemenuhan kebutuhan belajar murid dan bagaimana guru merespon kebutuhan belajar tersebut.
Keputusan masuk akal (common sense) terkait dengan:
-
Tujuan pembelajaran didefinisikan dengan jelas
-
Bagaimana guru merespon dan menanggapi kebutuhan
belajar murid
-
Bagaimana guru menciptakan lingkungan belajar
yang mengundang murid untuk belajar
-
Manajemen kelas yang efektif
-
Penilaian berkelanjutan
Guru dalam memenuhi kebutuhan belajar murid bagaikan seorang pengukir yang memahami berbagai karakteristik jenis kayu
Keberagaman
murid dapat berupa :
-
Berasal dari keluarga yang kurang mampu
-
Kesulitan berbahasa yang dipakai di kelas
-
Bosan karena sudah menguasai yang diajarkan
-
Sedang berjuang memahami pelajaran
-
Hasil belajar baik tapi bermasalah
sosial-emosional
-
Memiliki minat terhadap bidang tertentu
-
Memiliki kesulitan belajar
-
Dan lain sebagainya
Guru harus
meyakini :
-
Semua murid bisa berhasil dalam pembelajarannya
-
Fairness is not sameness (adil tidak harus sama)
-
Setiap murid memiliki pola belajarnya sendiri
-
Praktik-praktik pembelajaran perlu ditelaah
efektifitasnya
-
Guru kunci pengembangan pembelajaran murid
-
Guru membutuhkan dukungan dari komunitas yang
lebih besar
Bukan berarti pembelajaran
berdiferensiasi itu:
-
Guru mengajar 32 siswa dengan 32 cara
-
Memberi tugas lebih banyak kepada murid lebih
cepat menguasai
-
Mengelompokkan yang pintar saja, yang kurang
saja
-
Pembelajaran semrawut (chaotic)
-
Berlari kesana kemari untuk mengajar murid
secara bergantian
Melihat kebutuhan belajar murid paling tidak berdasarkan 3 aspek:
1.
Kesiapan belajar murid (readiness), keterampilan dan
pemahaman sebelumnya
2.
Minat murid, memicu keingintahuan atau hasrat dalam
diri murid (minat)
3.
Profil belajar murid,
mendorong bekerja sesuai dengan cara yang mereka sukai
Kesiapan belajar murid adalah kapasitas untuk mempelajari materi, konsep atau keterampilan baru.
Bukan tentang
IQ, tetapi sebuah informasi, apakah keterampilan atau pengetahuan murid saat
ini sesuai dengan yang akan diajarkan. Cara membedakan kesiapan belajar murid seperti
equalizer (disesuaikan tombol-tombolnya agar selaras), yaitu mendassar –
transformatif, konkret – abstrak, sederhana – kompleks, terstruktur – terbuka,
tergantung – mandiri, lambat – cepat
Minat murid
adalah suatu keadaan mental yang menghasilkan respon terarah kepada suatu
situasi atau objek tertentu yang menyenangkan dan memberi kepuasan diri. Ada minat
situasional dan minat individu.
Profil belajar
murid terkait faktor lingkungan belajar, pengaruh budaya, gaya belajar,
(visual, auditori, konestetik-belajar sambil melakukan hal lain) dan kecerdasan
majemuk
Mendapatkan informasi tentang kebutuhan belajar murid, tidak selalu harus melibatkan sebuah kegiatan yang rumit. Guru yang memperhatikan dengan saksama hasil penilaian formatif, perilaku murid, refleksi murid, dan terbiasa mendengarkan dengan baik murid-muridnya biasanya akan lebih mudah mengetahui kebutuhan belajar murid-muridnya. Membuat catatan tentang profil murid juga akan sangat membantu guru menyesuaikan proses pembelajaran dengan kebutuhan murid-muridnya.
Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi, guru mempertimbangkan
-
siapa yang mereka ajar,
-
apa yang mereka ajarkan,
-
di mana mereka mengajar, dan
-
bagaimana mereka mengajar.
Pembelajaran berdiferensiasi dapat dilakukan dengan diferensiasi konten, proses dan produk. Guru dapat memilih satu atau mengkombinasikan dari ketiga hal tersebut. Pertimbangan utamanya haruslah tentang sejauh mana diferensiasi yang kita pilih tersebut dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.
Pembelajaran diferensiasi akan tercipta jika proses pembelajaran yang dilakukan didukung dengan terciptanya linkungan belajar yang dapat mengundang murid untuk belajar.
Jadi, dapat di simpulkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi yaitu proses yang komprehensif dan fleksibel mencakup perencanaan, persiapan dan penyampaian pengajaran untuk mengakomodasi keberagaman kebutuhan belajar murid di dalam kelas.
Diferensiasi adalah sebuah filosofi – seperangkat prinsip – cara berpikir tentang belajar mengajar.
Praktek pembelajaran berdiferensiasi yang baik memerlukan guru yang terbiasa
memperhatikan praktik-praktik di kelas mereka dan merupakan hasil dari proses
mencoba, refleksi, dan kemudian membuat penyesuaian-penyesuaian di kelas. Proses-proses tersebut dilakukan secara secara
terus menerus.
Dengan memahami secara benar tentang apa itu pembelajaran diferensiasi sehingga tidak ada lagi miskonsepsi-miskonsepsi, maka pembelajaran diferensiasi akan dapat dilaksanakan di dalam setiap jenis kelas.
Jika
kita hanya mempelajari metode, kita terikat pada metode tersebut, namun jika kita
mempelajari prinsip, kita dapat mengembangkan metode kita sendiri. (Ralph Waldo
Emerson | Sastrawan)
Saya akan
mendeskripsikan keterkaitan materi dari modul-modul yang sudah saya pelajari.
Sebagaimana ilustrasi sederhana gambar berikut:
Modul 1.1.
merupakan pusat dari pembelajaran dalam program pendidikan guru penggerak.
Artinya semua materi pada modul berikutnya merupakan materi pembelajaran yang
harus dipelajari oleh siapapun yang akan menjadikan murid sebagai pusat
pembelajaran atau pembelajaran yang berpihak kepada murid.
Modul 1.2. tentang
nilai dan peran guru penggerak. Nilai dan peran yang dimaksud tersebut
hendaknya tidak hanya dimiliki oleh seorang dengan predikat guru penggerak,
tetapi hendaknya dimiliki dan diperankan oleh semua guru yang akan menjadikan
muridnya sebagai pusat pembelajaran.
Modul 1.3.
tentang visi guru penggerak. Visi yang dimaksud hendaknya tidak hanya dimiliki
oleh oleh seorang guru penggerak, tetapi hendaknya setiap guru memiliki visi atau
impian tentang anak muridnya yang sejalan dengan visi sekolah. Sehingga visi
sekolah pun harus dibuat untuk menggapai impian sekolah tentang peserta
didiknya.
Modul 1.4.
tentang budaya positif. Budaya positif adalah sebuah keharusan yang ada dalam
sebuah linkungan belajar terutama sebuah sekolah. Budaya positif menjadi warna yang
tidak dapat dipisahkan dengan pendidikan di dalam sebuah sekolah dan
pembelajaran yang dilakukan.
Modul 2.1. tentang
pembelajaran diferensiasi. Pembelajaran
yang memenuhi kebutuhan belajar individu murid. Berpusat atau berpihak kepada
murid dalam proses pembelajaran hanya dapat dilakukan dengan pembelajaran
diferensiasi (pemahaman diferensiasi yang benar). Pembelajaran yang tidak berusaha
memenuhi kebutuhan belajar murid, mungkin hanya memenuhi kebutuhan mengajar
seorang guru, atau hanya satu atau dua murid saja yang terpenuhi kebutuhan
belajarnya, maka jelaslah pembelajaran yang berpihak kepada murid tidak akan
terwujud.
Post a Comment